hujan salju jatuhan + birdtwet



kode kunci blog

tulisan bergerak

welcome to my blog.. thank you for visiting my blog, I hope to give you all the inspiration, before dropping out of this blog do not forget to follow my blog I am going to follow behind, thank you :) Cartoons Myspace Comments
Blogs are "alive" for me. . . and this is my style. . . I want to do something, it's all what I like, do not you protest! hohohohoo :-)) "People may laugh at what we make today, maybe they think its not important, but we do not know one day it will all be something very unusual thing in the future later..." with through this blog spirit, knowledge, ideas, and we can fight for it here. . . Do not ever be afraid to try something new, do it if you think it is a good thing for you, okey :-)) . . .And Do what you can do. . . Do not ever give up and never fear to fail. . . because of the failure will not make dreams we want to be an end of our lives and Learn from a failure because a failure is a path where we will be successful someday! continued enthusiasm and desire Reach as high as the stars in the sky :-))

WELCOME love



hi + kursor nama


wow


cursor gelembung

Jumat, 16 Maret 2012

Streptococcus ß hemolyticus

Streptococcus ß hemolyticus

Streptococcus Group A Beta hemolyticus membentuk 2 macam hemolisin yaitu : Streptolisin O dan Streptolisin S. Streptolisin O dapat membentuk ASTO dalam darah, bila titer > 200 berarti baru terjadi infeksi atau infeksi yang lama. Streptolisin S merupakan penyebab terbentuknya zona bening disekitar koloni pada Blood Agar Plate. Selain Streptolisin diproduksi juga enzim seperti deoksiribonuklease, streptokinase dan hialuronidase dan lainnya.

Pemeriksaan ini penting untuk diagnosis banding penyulit pasca infeksi nonsupuratif dari infeksi Streptococcus, misalnya Glomerulonefritis atau demam reumatik.

Petanda Streptococcus  :
1.      Anti Streptolisin O
  • Pada keadaan normal dalam darah hampir setiap orang dijumpai ASTO dengan titer rendah, dewasa < 125 IU dan anak < 200 IU.
  • Penetapan titer dilakukan untuk mengetahui proses penyakit oleh infeksi Streptococcus.
  • Penetapan titer ASTO menjadi lebih penting, karena infeksi Streptococcus dapat menimbulkan penyulit berupa respons imun yang dapat menyebabkan kerusakan dalam berbagai organ.
  • Penderita yang terinfeksi Streptococcus titernya diatas 200 IU dan pada demam reumatik dan Glomerulonefritis akut menunjukkan titer yang lebih tinggi lagi.
  • Titer ASTO yang diperoleh pada uji tunggal baru dapat menyatakan infeksi bila titer ASTO cukup tinggi, sedangkan dalam batas normal belum menyingkirkan kemungkinan infeksi.

2.      Anti-deoksiribonuklease (ADN-B)
  • Meningkat lebih lambat dan menurun lebih lambat dibandingkan ASTO.
  • Mencapai puncaknya pada minggu ke 4 sampai ke 8 setelah infeksi dan tetap tinggi selama beberapa bulan.
  • Dipakai untuk menetapkan keadaan pasca infeksi Streptococcus yang menunjukkan periode laten yang panjang.
  • Test ini lebih banyak menunjukkan hasil positif pada infeksi kulit, tetapi kurang memberi informasi pada faringitis.
Sumber :
Bakteriologi Klinik, Pusdiknakes, untuk SMAK, Departemen Kesehatan RI, 1989, Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar