hujan salju jatuhan + birdtwet



kode kunci blog

tulisan bergerak

welcome to my blog.. thank you for visiting my blog, I hope to give you all the inspiration, before dropping out of this blog do not forget to follow my blog I am going to follow behind, thank you :) Cartoons Myspace Comments
Blogs are "alive" for me. . . and this is my style. . . I want to do something, it's all what I like, do not you protest! hohohohoo :-)) "People may laugh at what we make today, maybe they think its not important, but we do not know one day it will all be something very unusual thing in the future later..." with through this blog spirit, knowledge, ideas, and we can fight for it here. . . Do not ever be afraid to try something new, do it if you think it is a good thing for you, okey :-)) . . .And Do what you can do. . . Do not ever give up and never fear to fail. . . because of the failure will not make dreams we want to be an end of our lives and Learn from a failure because a failure is a path where we will be successful someday! continued enthusiasm and desire Reach as high as the stars in the sky :-))

WELCOME love



hi + kursor nama


wow


cursor gelembung

Rabu, 10 Agustus 2011

Parasitologi

MALARIA





Imunologi

Pengolahan Serum
  • Darah yang sudah berhasil ditampung dibiarkan membeku kira-kira 30 menit.
  • Setelah beku darah diputar 2000 rpm – 3000 rpm selama 15 – 30 menit. Untuk memisahkan darah dari serum.
  • Bila tidak memiliki

Imunologi

Pemilihan daerah pungsi vena

•Vena yang tepat umtuk pengambilan darah :
     - v. mediana cubiti (terbaik)
     - v. cephalica
     - v. basilica
     (besar, elastis, bentuk lurus dan rangsang sakit kurang)
•Vena pada ekstremitas bawah tidak dianjurkan karena sering menimbulkan komplikasi


Bakteriologi

Menghitung jumlah kuman secara tidak langsung


Tujuan : untuk mengetahui jumlah kuman pada bahan makanan atau minuman
Teori :
Untuk mengetahui layak tidaknya suatu makanan atau minuman ada beberapa faktor salah satunya adalah dengan mengetahui banyaknya atau jumlah kuman yang ada pada bahan tersebut dengan suatu standar
Perhitungan jumlah kuman dapat dlakukan dengan cara menghitung :
1. Total count menghitung seluruh kuman dalam sampel baik yang hidup maupun yang mati
2. Viable count menghitung seluruh kuman dalam sampel yang masih hidup
Alat : Erlenlmeyer, cawan petri, tabung reaksi, pipet ukur, inkubator, oven, autoclave
Bahan : Agar Nutrien, Nacl 0,9 %
Sampel : teh gelas dalam plastik

A. Sterilisasi alat
     Erlemeyer ditutup dengan kapas dan kasa dibungkus dengan kertas, tabung rekasi juga sama
     Pipet ukur dan cawan petri dibungkus satu persatu
     Masukan ke dalam oven sterilkan pada suhu 1500 c selama 1 jam

B. Pembuatan media dan sterilisasi media
Agar Nutrien
- Timbang 14 gr masukan dalam 500 ml aquades
- Panaskan diatas penangas air supaya larutan homogen
- Sterilkan pada autoclove pada suhu 1210 c selama 15 menit
Nacl 0,9 %
- Timbang 4,5 gr Nacl larutkan dalam 500 ml aquades
- Masukan ke dalam masing masing tabung 9 ml tutup dengan kapas
- Sterilkan pada autoclove pada suhu 1210 c selama 15 menit
-
Pemeriksaan Jumlah kuman
- Siapkan 5 tabung reaksi yang telah diisi 9 ml NaCl 0,9 % steril beri tanda 10-1 , 10-2 , 10-3 , 10-4 dan kontrol
- Siapakan 5 cawan petri beri tanda 10-1 , 10-2 , 10-3 , 10-4 dan kontrol
- Siapakan 100 ml sampel
- Ambil 1 ml sampel masukan pada tabung reaksi 10-1 kocok sampai homogen
- Ambil 1 ml dari tabung 10-1 pindahkan pada tabung 10-2 kocok sampai homogen
- Ambil 1 ml dari tabung 10-1 masukan pada cawan petri tanda 10-1
- Tambahkan agar nutrien suhu 450  C sebanyak 15 – 20 ml digoyang perlahan-perlahan biarkan dingin
   dan beku,lakukan dengan cara yang sama pada semua pengenceran
- Masukan pada inkubator 370  C selama 2 x 24 jam

D. Pembacaan hasil jumlah kuman
- Hitung koloni yang tumbuh pada tiap tiap cawan petri
- Hitung jumlah koloni pada cawan petri kontrol
E. Perhitungan
Perhitungan hanya pada cawan petri yang menghasilkan koloni 30 – 300
C. Contoh Perhitungan :
       kontrol  :   : 1     koloni
  Pengenceran 10-1   : 370 koloni
  Pengenceran 10-1    : 200 koloni 
  Pengenceran 10-1    : 151 koloni
  Pengenceran 10-1     : 15   koloni
  Jumlah kuman : ( 200-1) x 100 + ( 151-1) x 1000
  2
 
  19.900 + 150.000
                 2
  84.950 kuman/ ml sampel





Virologi



Reovirus merupakan virus yang berukuran antara 60 – 80 nm, mengandung double-stranded RNA dengan struktur simetri kubikal, terdiri dari 10 – 12 segmen. Virus yang ikosahendral ini mempunyai kapsid dengan banyak lapisan (inner dan outer capsid). Virus ini tahan terhadap eter. Rotavirus yang mempunyai bentuk seperti roda dapat menimbulkan penyakit gastroenteritis infantile pada manusia. Sedangkan Orbivirus yang merupakan subgroup kelompok virus ini dapat menyebabkan lidah biru bluetongue disease) pada sapid an biri – biri.

Virologi

VIRUS – VIRUS RNA
          Golongan virus RNA hanya memiliki asam ribonukleat (ribonucleic acid) dalam kelompok virus RNA banyak di jumpai virus – virus yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia mauun hewan.


Famili – family penting yang termasuk virus – virus RNA adalah :


  1.       Picornaviridae (Enterovirus, Rhinovirus, dan Calicivirus)
  2.       Reoviridae (Orbivirus, Reovirus, dan Rotavirus)
  3.       Togaviridae (Alphavirus. Rubivirus, Pestivirus, dan Flavivirus)
  4.       Arenaviridae
  5.       Cornaviridae
  6.       Retroviridae
  7.       Bunyaviridae
  8.       Orthomyxoviridae
  9.       Paramyxoviridae (Pneumovirus, Paramyxovirus, dan Morbilivirus)
  10. .   Rhabdoviridae 

Kimia Klinik

Beberapa cara memperoleh sperma 


  • Masturbasi / Onani


Cara ini merupakan methode yang paling dianjurkan untuk memperoleh sperma, biasanya dengan tangan (baik tangan sendiri maupun tangan istrinya) atau dengan suatu alat tertentu. Kebaikan cara ini menghindari kemungkinan tumpah ketika menampung sperma, menghindari dari pencemaran sperma dengan zat-zat yang lain.



  • Coitus Interuptus ( CI )

Adalah melakukan persetubuhan secara terputus, hal ini kurang baik dianjurkan sebab :
Memungkinkan sperma dapat tercampur dengan cairan vagina, sehingga banyak mengandung epitel, leukosit, eritosit, bakteri, parasit, jamur dll.Dalam jumlah penampungannya kurang, karena sperma sebagianÄ dapat mesuk ke vagina. Disamping itu terjadi kesalahan pada pemeriksaan PH dan konsentrasi.

  • Coitus Condomatosus
Pengeluaran sperma dangan cara ini dilarang dan sangat tidak diperkenankan. Karena sebagian besar karet kondom mengandung bahan spermiacidal, yaitu bahan yang dapat mematikan sperma

  •  Reflux poscital
Adalah suatu cara Coitus dimana setelah sperma keluar dan masuk kevagina, sperma tersebut dibilas demga pz atau cairan lainnya. Hal ini akan timbul kekeliruan dalam volume konsentrasi dan viskositas.

  • Massage prostat
Adalah suatu cara pengeluaran dengan cara memijat kelenjar prostat lewat rectum, disini jelas akan timbul kekeliruan dalam penafsiran pH, konsentrasi dan sebagainya yang keluar adalah cairan prostat.